BONUS ANGPAO UNTUK SETIAP MEMBER BARU SEBESAR RP 15.000,- | BONUS ANGPAO HARIAN 5% UNTUK SEMUA MEMBER | BONUS REFERRAL UP TO 50 % JOIN US NOW : KARTUGILA.NET
berbagai informasi trik dan tips

PROMO SPECIAL NATAL DAN TAHUN BARU 2018

Nikmati Bonus New Member dan Cashback

1 ID UNTUK SEMUA GAME SPORT, CASINO, POKER, TOGEL

Mari Bergabung Bersama Kami dan Nikmati Berbagai Promo dan Hadiah Menarik

MixBola Adalah Agen Judi Terpecaya dan Terbesar

Bonus Deposit Pertama dan Turn over Mingguan

Mainkan 6 Game Dalam 1 Website

Poker, q-kick, ceme, capsa, live poker, ceme keliling

MINIMAL DEPOSIT TERKECIL DAN PROSES KILAT

Poker Terpecaya dan Terbesar di Indonesia Dengan Pelayanan Terbaik

Tuesday, December 5, 2017

Dana Operasional RT/RW Dinaikkan Anies Akan Tetapi Kewajiban Buat LPJ Dihapus


Dana Operasional RT/RW Dinaikkan Anies Akan Tetapi Kewajiban Buat LPJ Dihapus tahun depan. Dana operasional RT yang sebelumnya Rp 1,5 juta naik menjadi Rp 2 juta per bulan, sedangkan dana operasional RW yang sebelumnya Rp 2 juta menjadi Rp 2,5 juta per bulan.

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan kenaikan dana operasional itu dalam APBD DKI 2018.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, biaya operasional  para ketua RT dan RW tersebut besar sekali. Masyarakat perlu menghormati para pekerja yang menjaga ikatan sosial di masyarakat itu.

"Jadi, tentu ada mekanismenya nanti. Di satu sisi kita harus tertib administrasi, tetapi sisi lain jangan menimbulkan kecurigaan," ujar Anies, 19 November 2017.


Seiring kenaikan dana operasional RT/RW, Anies juga mengeluarkan kebijakan baru mulai tahun 2018. Dia menghapus kewajiban RT/RW membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana operasional.

Anies pertama kali mengungkapkan kebijakannya itu dalam pertemuan dengan pengurus RT, RW, dan lembaga masyarakat kelurahan (LMK) se-Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017), setelah ia mendengarkan berbagai keluhan soal LPJ tersebut.

"Mulai 2018, Bapak Ibu (RT/RW) tidak perlu menuliskan laporan (LPJ dana operasional) lagi," ujarnya.


Ketua RT/RW yang hadir langsung riuh bertepuk tangan mendengar kebijakan pemimpinnya itu.

Anies percaya bahwa seluruh ketua RT/RW di Jakarta akan mengelola dana operasional untuk kebutuhan operasional di lingkungannya masing-masing. Dia yakin dana itu tidak akan disalahgunakan karena biaya operasional di lingkungan RT/RW sangat tinggi.

Anies meminta ketua RT/RW menjaga kepercayaan Pemprov DKI Jakarta untuk mengelola dana operasional yang akan mereka terima nantinya.

Dengan dihapusnya LPJ dana operasional, Anies ingin RT/RW fokus melayani warga dibandingkan dengan hanya mengurus persoalan administrasi.

"Kami ingin membuat ketua RT/RW bisa lebih fokus pada pelayanan daripada administratif," katanya.

Anas Effendi yang Suka Tidur Saat Acara yang Dihadirin Anis


Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi yang suka mengantuk saat mendengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan warga binaan Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih, Jalan Peta Utara, Kalideres, Rabu (6/12/2017) pagi. Perlahan-lahan, Anas Effendi tertidur seiring dengan dibacakannya ayat-ayat suci itu.

Anas duduk tepat di samping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anas mendampingi Anies yang hadir dalam kegiatan perayaan Hari Disabilitas Internasional 2017.

Saat Anas tertidur, Anies fokus memperhatikan pembacaan Al Quran braille yang sedang berlangsung. Anies tampak sengajah tidak memperhatikan bahwa Anas yang ada di samping kanannya sedang mengantuk. Anas tampak tertidur lalu terbangun, tetapi kemudian tertidur lagi dan terbangun lagi.


Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan duduk di sebelah kiri Anies. Seperti Anies, Masrokhan tampak serius memperhatikan pembacaan Al Quran itu.

Aksi Anas yang tertidur saat acara ini menarik perhatian sejumlah peserta yang hadir.

"Mungkin habis bergadang tadi malam," kata seorang peserta.

Baca Juga : Sandiaga uno Langsung Berenang Untuk Cek Kolam Akuatik GBK

Ini bukan pertama kalinya Anas tidur saat acara berlangsung. Anas pernah tertidur saat menghadiri upacara Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni 2017. Anas tidur saat Gubernur DKI Jakarta saat itu, Djarot Saiful Hidayat, sedang berpidato.

Dia juga pernah tertidur saat Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Jokowi sedang menyampaikan pidato dalam rapat paripurna DPRD DKI. Anas juga pernah tertidur saat rapat pembahasan R-APBD antara Pemprov DKI dan DPRD DKI.

Monday, December 4, 2017

Sandiaga uno Langsung Berenang Untuk Cek Kolam Akuatik GBK

http://mixbola.com/

Sandiaga Uno, pagi ini mencoba lintasan stadion akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan. Sandi mengungkapkan, hal itu dilakukan untuk mengecek kesiapan lintasan yang akan digunakan untuk test event akuatik menuju Asian Games 2018 yang digelar pada tanggal 5-12 Desember.

"Mencoba lintasannya karena malam ini untuk dipakai tes event. Untuk kejuaraan PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) di sini," kata Sandi, di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2017).

Sandi mengungkapkan, kolam akuatik yang telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Desember lalu ini sudah 100 persen siap digunakan. Dari scoreboard, elektrik, musik, ruang shower, kamar mandi, hingga pengatur suhu kolam yang memang diunggulkan oleh kolam ini.

"Nanti kita akan pantau terus untuk menuju Asian Games," tuturnya.

Baca Juga : Jusuf Kalla Mengatakan Anak Muda Harus Inovatif Dalam Meciptakan Peluang Usaha

Sandi juga mengaku optimistis kolam yang sudah dibangun dengan mengikuti standar olympic dan Federasi Internasional Akuatik Dunia (FINA) ini dapat menjadi tempat untuk memecahkan rekor dunia.

"Sangat mengikuti standar Olympic, standar Fina dan sangat mungkin untuk perenang pemegang rekor dunia bisa memecahkan rekor dunia di Senayan sini di GBK," ujarnya.

http://mixbola.com/

Sandi berharap, kolam bertaraf internasional ini dapat terus dirawat dan dijaga kebersihan serta kelestariannya. Selain itu, ia juga mengharapkan dengan pembangunan arena akuatik ini dapat menjadi landasan prestasi bagi atlet-atlet Indonesia.

"Untuk memastikan bahwa fasilitas yang sangat baik ini terawat dan akan tertransformasikan dengan prestasi bagi atlet DKI maupun juga atlet Indonesia," katanya.

Saat ditanya apakah kolam ini dapat juga dimanfaatkan untuk umum, Sandi mengungkapkan hal itu merupakan kebijakan dari GBK. Namun, ia menekankan, bahwa yang harus diutamakan dalam penggunaan kolam ini adalah atlet, klub-klub.

Baca Juga :  PROMO SPECIAL NATAL DAN TAHUN BARU 2018

"Dan kebijakan dari manajemen nanti bisa juga diberikan kesempatan umum. Tapi tentunya ini harus diseleksi karena ini kolam memiliki kualitas air yang sangat terjaga. Kita biasakan dulu masyarakat untuk disiplin," ujarnya.

Untuk diketahui, pada tanggal 5-12 Desember, PORSI menggelar Test event akuatik. Test event tersebut digelar dalam rangka persiapan menuju gelaran Asian Games pada Agustus 2018 mendatang. Selain itu Test event ini juga sebagai ajang seleksi atlet pelatnas menuju Asian Games 2018.

Jusuf Kalla Mengatakan Anak Muda Harus Inovatif Dalam Meciptakan Peluang Usaha

http://mixbola.com/

Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin anak muda Indonesia inovatif dalam menciptakan peluang usaha baru melalui teknologi informasi atau perusahaan start up seperti di Silicon Valley, Amerika Serikat.

"Kita lihat di Silicon Valley di AS, bagaimana menggabungkan pendidikan, teknologi dengan dunia usaha anak-anak muda yang inovatif," kata Kalla di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (4/12/2017).

Kalla pun ingin akan ada kepala daerah yang punya perhatian dan mimpi yang sama untuk membangun "Silicon Valley" baru di Indonesia. Harapannya, hal tersebut akan bisa memajukan Indonesia dari segi teknologi.

"Saya harap pemerintah daerah juga bersama-sama bagaimana membentuk suatu Silicon Valley yang membuat bermacam-macam. Sehingga anak-anak muda yang kreatif dapat bekerja bersama dan nyaman karena semua inovator itu tidak punya jam kerja," kata dia.

http://mixbola.com/

Saat ini, anak-anak muda di Tanah Air, "mau, tak mau" harus menciptakan peluang wirausaha baru, khsususnya di bidang teknologi tersebut. Tujuannya, agar selamanya Indonesia tak hanya menjadi "konsumen" perusahaan-perusahaan teknologi asing.

"Itu prinsip yang apabila tidak kita ajarkan kepada mahasiswa kita akan tetap menjadi konsumen," kata Kalla.

Baca Juga : Mari Intip Hubungan Golkar dan Istana

Untuk itu, Kalla menegaskan, ia ingin anak-anak muda Indonesia usai lulus kuliah tak berbondong-bondong ikut masuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Bagaimana anak muda tidak lagi memilih menjadi PNS. Anak-anak kita yang lulus ini, dia harus bekerja sebagai pengusaha sendiri," ucap Kalla.

"Tapi harus mempunyai ide yang harus dikembangkan bersama-sama. Lihatlah sekali lagi sejarah Bill Gates (Microsoft), Mark Zuckerberg (Facebook) itu," kata dia.